default

5 Indikator Mukmin Sukses

Acuan untuk Menjadi Orang Yang beriman

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam sholatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari(perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, kecuali orang-orang yang menuanikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam  hal tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampui batas”.(Q.S. Al- mu`minuun 23: 1-7)

 

            Setiap manusia di muka bumi ini pasti menginginkan satu hal ini, sukses. Entah itu dalam berdagang, belajar atau berkompetisi dan lainnya yang sifatnya duniawi ataupun ukhrawi. Tak ada satupun orang-orang yang berpaling dari kesuksesan dalam hidupnya. Lalu untuk meraih kesuksesan itu manusia harus melakukan berbagai cara dan usaha yang lebih memfokuskan  diri kepada targetnya.

            Apabila kita lihat, sukses menurut kamus ilmiah popular berarti berhasil,beruntung dan nasib baik (maulana, dan kawan kawan, 2008). Artinya, misal seorang pedagang yang mendapatkan keuntungan  dari hasil penjualannya, maka dia dapat dinyatakan sebagai seorang yang sukses. Seorang mahasiswa yang mendapt IPK tertinggi di kampusnya, maka dia di katakan telah sukses. Begitupun dengan seorang pencuri. Ia dapat di katakan sukses setelah mendapatkan barang curian dalam jumlah banyak dan mengalami integrase harinya. Namun, akan sangat pantas bila muslim mengklaim dirinya sebagai manusia yang sukses setelah menjalankan segala perintah Allah SWT dengan baik dan dapat berpaling dari apa-apa yang menjadi larangan-Nya.

            Berbicara terkait sukses ini, ada lima indikator yang menunjukkan  bahwa seseorang dapat di katakan sukses menurut Al qur an, yaitu: 1. Khusyuk dalam sholat, 2. Meninggalkan tindakan-tindakan yang sia-sia, 3. Selalu menunaikan kewajiban berzakat, 4. Selalu menunaikan amanat dan janji yang di buat (Q.S. Al Mu`minuun 23: 1-7) yang kita kutipkan di atas.

  1. khusyuk Dalam Sholat

            Mendirikan shalat merupakan kewajiban bagi seorang muslim. Namun, hal itu tidaklah cukup bagi seorang mukmin        . seorang mukmin dapat di asumsikan  sebagai seorang yang sukses apabila ia telah  mendirikan shalatnya dengn penuh kekhusyukan .

            Khusyuk, secara etimologi di artikan dengan tunduk, rendah hati, takluk dan mendekat, baik hati maupun fisiknya. Jika di kaitkan dengan suara, khusyuk berarti diam dan jika di korelasikan dengan pandangan mata berarti rendah (Debdikpud 1998). Imam ghazali memberikan ikhtisar pendapat yang berkembang dalam korelasinya dengan  hakikat khusyuk ini antara lain mencakup:

  1. Mehadiran hati
  2. Mengerti apa yang di baca dan yang di perbuat.
  3. Mengagungkan Allah SWT.
  4. Merasa gentar terhadap Allah.
  5. Merasa malu kepada-Nya.

            Kekhusyukan dalam shalat akan membawa hati menjadi muthmainnah (tenang). Orang yang berhati tenang akan dapat menyelesaikan masalah yang di hadapinya, berbeda dengan orang gelisah. Karena hati yang tenang mengalirkan darah yang menstimulasi daya pikir jernih dan cerdas.

            Dalam Al quran di jelaskan bahwa orang yang berhati tenang akan kembali kepada Allah SWT dengan rasa senang hati dan mendapatkan ridha-Nya, lalu di masukkan ke dalam golongan  hamba-Nya yang baik dan di masukkan ke dalam surga (Q.S. Al-fajr 89:27-30).

            Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW menyatakan bahwa khusyuk merupakan pekerjaan hati. Dengan kata lain, seandainya seseorang hatinya khusyuk, maka akan sungguh akan khusyuk pula badannya. Dalam hal ini, Rasulullah SAW berdoa dengan kalimat: “ya Allah! Aku mohon perlindungan-Mu dari hati yang tidak khusyuk”.

2.Meninggalkan Perbuatan Yang Sia-sia

            Tahukah kita betapa pentingnya sebuah waktu? Haruslah kita mengetahui bahwa waktu itu sangat berharga, bahkan lebih berharga dari sekedar uang. Karena waktu tidak dapat di beli dengan uang. Setiap detik yang kita injak haruslah memiliki makna. Sebuah makna yang mengalir dan bermuara pada target kita(baca;sukses). Hindari tindakan-tindakan non sense, seperti tidur-tiduran sehari semalam, ngobrol yang tak berguna, ngegosip, dan lain-lain. Ingat pula, bahwa hidup tak hari ini. Masa depan itu ada dan pasti ada. Kalau tidak menyiapkan sejak dini, maka yang didapat adalah masa depan yang suram dan kita akan hidup merana di situ.

            Mengetahui bahwa dunia terus berubah dan berkembang menuju masa depan, hendaknya kita berpacu untuk memperoleh kesuksesan. Sebagai agent of change dan tulang punggung suatu bangsa, para pemuda muslim pun tidak  harus  menunggu dorongan  untuk membenahi karakter bangsa ini dengan ide kreatif dan inovatif yang mereka miliki. Apalagi dengan lima indera yang dimiliki: mesti di manfaatkan as well posible (sebaik mungkin).

  1. Selalu Berzakat/ Bersedekah

            Segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah milik Allah SWT semata, termasuk harta. Segala yang kita punya akan kembali kepada pemiliknya, Allah SWT. Harta yang kita punya wajib kita sisihkan  untuk zakat dan bersedekah.

            Banyak instruksi Allah SWT  dalam Al quran yang berkorelasi dengan zakat ini , di antaranya, surah At-taubah(9) ayat 103, yaitu: “ambillah zakat dari sebagian harta meraka, dengan cara itu kamu membersihkan (mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebihan  terhadap harta) dan mensucikan mereka (menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati)…”

            Dengan berzakat, berarti kita mendapatkan kesuksesan berikut:

  1. kita telah membersihkan dan menyucikan hati kita dari sifat tamak, kikir dan cinta kepada harta benda.
  2. kesalahan atau dosa kita di padamkan. Tidak dapat di pungkiri bahwa kita sebagai manusia tidak dapat lepas dari salah maupun dosa. Namun, dengan berzakat dan bersedekah, maka kesalahan dan itu akan di padamkan, bak air memadamkan api, sebagaimana redaksi hadist Rasulullah SAW yang berarti: “sedekah memadamkan (menghapus) kesalahan seperti air memadamkan api”.
  3. Harta kita akan di lipat gandakan sesuai janji Allah SWT: “jika kamu bersyukur atas karunia-Ku, pasti Aku tambah untuk mu. Jika kamu berlaku ingkar, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”(Q.S. Ibrahim 14:7).
  4. Hilangnya atau setidak-tidaknya dapat mengurangi kesenjangan sosial antara kaya dan miskin. Agama islam sangat mementingkan adanya pemerataan (keadilan)sosial.
  5. Menigkatkannya rasa solidaritas antara golongan kaya dan golongan miskin(faqir)
  6. Selalu Menjaga Kehormatan

            Orang yang sukses adalah orang yang mampu menjaga kehormatannya (kemaluannya). Kecuali kepada isteri-isterinya dan hamba sahayanya. Begitu pula dengan para wanita hendaknya menutupi auratnya di hadapan laki-laki yang bukan merupakan muhrimnya, sehingga harga dir mereka tidak akan jatuh. Wanita yang mengumbar auratnya adalah wanita yang tidak punya rasa percaya diri bahwa tubuh yang dimilikinya itu cantik. Akibatnya, harga diri wanita itu mengalami degradasi, baik secara otomatis ataupun  gradual.

  1. Menjaga Amanat dan Janji Yang Dibuat

            Belumlah cukup seseorang di katakan sukses bila ia belum menjalankan amanat dan janji-janji yang di buatnya itu. Seseorang pemimpin yang sukses, misalnya adalah mereka yang mampu mengemban amanat dan aspirasi rakyatnya. Seorang pemimpin haruslah mampu memberikan kepuasan tersendiri bagi rakyatnya. Dan di zaman sekarang ini, rakyat sedang menantikan seorang pemimpin yang mampu membuktikan janji-janji. Tak akan ada rakyat yang menghormati pemimpin yang ingkar janji. Yang ada hanyalah cemoohan, hinaan pemberontakan  dari rakyatnya bila pemimpin itu tetap berkhianat pada rakyatnya.

            Tak hanya bagi seorang pemimpin atau yang akan memimpin saja amanah itu di perlukan. Namun bagi kita semua bagi hamba yang beriman kepada Allah pun punya kewajiban untuk mengemban amanat dan janji-janji yang telah kita buat. Adapun amanat Allah yang harus kita perhatikan di antaranya: menjaga, memilihara, melestarikan alam, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, dan menghargai sesama agama maupun antar umat beragama, menghormati orang yang lebih tua, menghargai pendapat orang lain, mencintai manusia dan sesama makhluk lain,serta menjalankan perintah Allah SWT.

            Akhirnya, siapapun yang mengoptimalkan dirinya untuk memenuhi lima hal indikator sukses Al quran ini. 1. Khusyuk dalam shalat, 2. Meninggalkan tindakan yang sia-sia, 3. Menunaikan zakat, 4. Menjaga kehormatan, 5. Menjaga amanat dan janji yang di buat, insya Allah kenikmatan dan asa yang di harapkan akan segera tercapai, baik bersifat sekejap atau pun jangka waktu panjang  baik di dunia ataupun di akhirat kelak nanti, Amin.

Sumber: Uswatun Hasanah, Andy  F

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker