AkhlaqAl-IslamAqidahKemuhammadiyahan

BERTETANGGA BEDA AGAMA

AGAMA Islam menuntunkan bahwa tetangga itu besar sekali haknya, melebihi hak keluarga yang jauh tempat tinggalnya.

Apabila tetangga mengundang harus dikabulkan. Apabila sakit, harus menengok. Apabila meninggal, harus melayat. Apabila membutuhkan pertolongan, harus ditolong Sampai-sampai apabila mereka mencium bau masakan yang kita masak, harus diberi. Meskipun hanya sedikit, meskipun sekedar kuahnya.

Maka sungguh besar dosanya kalau ada orang sampai mau mengambil atau mencuri milik tetangganya. Apalagi berkencan, merusak kehormatan tetangga. Sungguh sangat besar dosanya.

KITA bangsa Indonesia yang Muslim, yang memeluk agama Islam harus mematuhi perintah-perintah Allah dan menjauhi semua larangan-larangan Allah.

Tetangga di sekitar kita, di kanan kiri kita, di belakang dan di muka rumah kita, harus kita jaga hak-haknya. Meskipun mereka berbeda agama dengankita. Baik yang beragama Kristen Protestan atau Katolik. Baik mereka beragama Hindu, Budha Hinayana maupun Budha Mahayana. Semua sama saja. Allah tidak memperkenankan kita ummat Islam mengejek, mencela. meremehkan agama lain. Kita harus menghormatinya, meskipun kita tidak diperbolehkan membenarkannya. Meskipun kita tidak boleh menyetujui atau ikut merayakan hari besarnya. Tetapi kita sebagai Muslim dan Muslimah harus menghormatinya, menghargai dan tidak boleh meremehkannya.

Kepada orang yang berlainan agama, kita harus menghormati meskipun kita tidak boleh ikut meramaikan upacara-upacaranya, apalagi menyetujuinya.

Perintah Allah: Lakum di-nukum waliyadi-n, yang artinya: Bagi mereka agama mereka, dan bagiku agamaku.

Kita dilarang menikah dengan orang yang menyekutukan Allah, meskipun ia ganteng, cantik, kaya, sarjana, berpangkat tinggi – baik pria maupun wanita.

Anak kita tidak usah kita kawinkan dan dilarang kawin dengan mereka yang berbeda agama. Hal ini harus benar-benar kita jelaskan, kita pahamkan, kita mengertikan. Tentang berbuat baik memang kita harus berbuat baik kepada mereka. Tetapi ada batasnya. Agama adalah peraturan, sehingga kita tidak boleh berbuat menurut kemauan dan perasaan kita sendiri.

Kita tidak perlu meminta doanya, dan kita dilarang mendoakan mereka,meskipun kita diperintah untuk menghormatinya.

AGAMA adalah keyakinan Hidup kita. Bagi kita, Muslim dan Muslimah, memeluk agama adalah masalah hidup mati kita. Tanpa kita beragama Islam, berarti kita telah mati sejak Dengan memeluk agama Islam, berarti kitahidup kekal abadi.

Maka apabila suami kita, istri kita,-anak kita sampai murtad, pindah agama, berarti telah putus hubungannya dengan kita. Kalau itu suami-istri, berarti telah cerai. Kalau itu anak, berarti telah mati. Tidak mempunyai hak waris, hak wali dan lain- lainnya. Mendoakan, apalagi menyalatkan jenazah nya, tidak diperkenankan. Adapun mengenai pergaulan, harus dipelihara dengan baik.

Oleh karena itu harus dijaga jangan sampai murtad, pindah agama. Kepada saudara-saudara kita yang murtad, mari kita ajak kembali kepada Islam dengan cara-cara yang baik dan bijaksana.

Anak kita tidak usah kiia kawinkan dan dilarang kawin dengan mereka yang berbeda agama. Hal ini harus benar-benar kita jelaskan, kita pahamkan, kita mengertikan. Tentang berbuat baik memang kita harus berbuat baik kepada mereka. Tetapi ada batasnya. Agama adalah peraturan, sehingga kita tidak boleh berbuat menurut kemauan dan perasaan kita sendiri.

Kita tidak perlu meminta doanya, dan kita dilarang mendoakan mereka, meskipun kita diperintah untuk menghormatinya.

AGAMA adalah keyakinan Hidup kita. Bagi kita, Muslim dan Muslimah, memeluk agama adalah masalah hidup mati kita. Tanpa kita beragama Islam, berarti kita telah mati sejak Dengan memeluk agama Islam, berarti kita hidup kekal abadi.

Maka apabila suami kita, istri kita,-anak kita sampai murtad, pindah agama, berarti telah putus hubungannya dengan kita. Kalau itu suami-istri, berarti telah cerai. Kalau itu anak, berarti telah mati. Tidak mempunyai hak waris, hak wali dan lain- lainnya. Mendoakan, apalagi menyalatkan jenazah nya, tidak diperkenankan. Adapun mengenai pergaulan, harus dipelihara dengan baik.

Oleh karena itu harus dijaga jangan sampai murtad, pindah agama. Kepada saudara-saudara kita yang murtad, mari kita ajak kembali kepada Islam dengan cara-cara yang baik dan bijaksana. Camkanlah !!!

Sumber :  Pesan dan Warisan Pak A.R. Diterbitkan Oleh : PT BP Kedaulatan Rakyat Yogyakarta 1995

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker