AkhlaqAqidahPemikiran Islam

Koruptor Adalah Pengkhianat Negara

“Di jadikan indah pada( pandangan ) manusia kecintaan terhadap apa-apa yang di ingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak , dan sawah ladang. Itulah kesenagan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali(surga).(Q.S.Ali-imran 3:14).

Makna Kata Korupsi
Korupsi dari kata kerja korup, yang berasal dari Bahasa inggris corupt yang artinya suka menerima suap atau dapat di suap dengan memakai kekuasaanya untuk kepentingan pribadi. koruptor adalah orang yang melakukan korupsi dengan menggelapkan uang atau barang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan dan kepentingan pribadi atau orang lain. (kamus besar Bahasa Indonesia kontemporer-DRs. Peter salim).
Lempar Batu Sembunyi Tangan
Seorang koruptor dalam melakukan kejahatannya dengan menggelapkan uang negara atau perusahaan atau dalam bertransaksi suap menyuap tentu saja dilakukan secara sembunyi-sembunyi agar perbuatannya tidak di ketahui orang dan masyarakat. Dan untuk kelanjutanya agar uang hasil korupsinya tidak membuat orang curiga dan tidak terlihat mencolok, maka di lakukanlah apa yang di kenal dengan mengalirkan (mentransfer) dana atau uang ke rekening bank milik anggota keluarganya, pembantu rumah tangganya, sopirnya, atau ke rekening orang lain.
Allah Itu Dekat
Seorang muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT sudah selayaknya tidak melakukan perbuatan korupsi atau kejahatannya lain walau secara sembunyi-sembunyi dan tidak seorangpun manusia yang melihatnya. Ia seharusnya tahu bahwa Allah SWT sangat dekat dan selalu mengawasi perilaku setiap hamba-Nya. Allah SWT berfirman :”mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhoi.dan adalah Allah maha meliputi ilmunya terhadap apa yang mereka kerjakan”. (Q.S.An-nisa 4:108). Dalam ayat lain, Allah SWT mengatakan dalam firman-nya :”dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-ku, mak hendaklah mereka memenuhi (segala perintah-ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.(Q.S. Al-baqarah 2:186).begitu dekatnya sehingga di ibaratkan Allah itu lebih dekat dari urat leher kita.
Lemahnya Iman
Korupsi di negeri tercinta ini bukanlah sesuatu yang di anggap aneh atau mengejutkan, rakyat Indonesia sudah tidak kaget lagi dengan berita tentang pejabat pemerintah yang berbuat korupsi uang negara, apalagi berita terakhir yang sedang hangat yaitu korupsi berjamaah masalah E-KTP.
Sungguh memalukan di negeri yang katanya mayoritas penduduknya muslim ternyata baru berpredikat muslim (beragama islam) tapi belum menjadi mukmin (orang-orang yang beriman). Orang yang beriman sudah barang tentu takut melakukan perbuatan yang melanggar syariat islam. Sekarang terlihat seberapa besar kualitas keimanan dan ketakwaan para penguasa negeri sebagai pengemban amanah rakyatnya. Ternyata iman mereka tidak kuat menerima cobaan dan ujian dari Allah, mereka silau dengan gemerlapnya dunia yang berupa harta kekayaan dan juga godaan wanita. Dalam al-quran surah Al-ankabuut (29) ayat 2 dan 3, Allah SWT berfirman : “apakah manusia mengira bahwa mereka di biarkan (saja) mengatakan: “kami telah beriman”, sedang mereka tidak di uji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya dia mengetahui orang yang dusta”.
Ambisi Meraih jabatan
Ketika ambisi sudah di ubun-ubun, maka segal cara akan di tempuh seseorang, agar cita-cita meraih jabatan bisa tercapai, walaupun dengan mengorbankan keimanan. Padahal jabatan atau kekuasaan bukanlah jatah kue yang layak di perebutkan, melainkan amanah yang wajib di pertanggung jawabkan kepada masyarakat yang dia pimpin dan juga kelak di hadapan Allah SWT.
Jika di negeri ini kursi kepemimpinan di perebutkan, maka berbeda dengan Umar Bin khattab RA yang begitu di amanahi menjadi khalifah, maka yang “inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun”. Ini menunjukkan jabatan kepemimpinan adalah musibah, bukan sesuatu yang menggembirakan. Umar Bin Khattab RA menyadari betapa besar tanggung jawabnya di sisi Allah SWT nanti, karena setiap kepemimpinan bakal di tanya tentang apa yang di pimpinnya (HR.Ahmad).
Beratnya Amanah Jabatan
Rasullah SAW berpesan kepada Abu Dzar RA bahwa jabatan adalah amanah yang berat, ia akan jadi penyesalan pada hari kiamat, kecuali bagi yang dapat menunaikannya dengan tepat. Jika amanah belum tertunaikan di dunia, maka mereka yang memiliki hak akan menuntut di akhirat dan pahala kebaikannya lah yang menjadi alat pembayarannya, Dan jika pahala amal habis, maka dosa orang yang di dzalimi akan di timpakan kepadanya dan di seretlah ia ke neraka.
Koruptor Adalah Pengkhianat
Amanah yang sudah menjadi barang langka yanga sulit di cari, karena orang yang sudah di serahi kepercayaan menangani hajat orang banyak, baik sebagai pejabat maupun pemimpin yang seharusnya berusaha mensejahterakan rakyatnya, malah berkhianat memperkaya diri sendiri.
Sifat kepemimpinan seperti siddiq (berlaku benar),amanah(dapat di percaya), fathanah (cerdas), dan Tabligh(komunikatif) di tinggalkannya, sebaliknya jabatan atau kekuasaan di anggap sebagai karir politik yang menjadi tambang emas untuk menimbun harta, meraup keuntungan pribadi.
Pejabat atau pemimpin seperti ini tidak akan segan-segan melakukan tindak korupsi, pencucian uang dan tindakan suap menyuap. Koruptor adalah pengkhianat bangsa yang dengan perilaku korupnya itu mengakibatkan kesengsaraan rakyat. Hutang para konglomerat yang bermasalah berdambak pada kenaikan berabagai tarif, seperti BBM, rekening listrik, yang akhirnya merembet ke biaya transportasi yang naik ujung-ujungnya harga kebutuhan pokok (sembako) juga melambung. Rakyat kecil menjerit, menderita, kelaparan di mana-mana, namun tidak ada yang perduli.
Penyakit Wahn
Sebenarnya para koruptor telah terjangkit penyakit tergila-gila dengan kemewahan hidup di dunia. Kecintaannya pada kenikmatan dunia yang berlebihan telah membuatnya lupa akan alam akhirat yang lebih kekal. Padahal hakekat hidup di dunia ini adalah mencari bekal menuju kenikmatan sejati dan kekal di akhirat nanti. Rasullah SAW bersabda : “dapat di perkirakan bahwa kamu akan di perbutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang yang berebut isi mangkok (makanan)”. Para sahabat bertanya: “apakah saat itu jumlah kami sedikit, ya Rasullah ?”beliau menjawab :”tidak, saat itu jumlah kalian banyak sekali tetapi kalian seperti buih air bah (tidak berguna) dan kalian di timpa penyakit wahn”, mereka bertanya lagi: “apa itu penyakit wahn, ya Rasullah? “beliau menjawab:”kecintaan kecintaan yang sangat kepada dunia dan takut mati”,(H.R. Abu Dawud).
Termasuk Kaum Kafir
Rasullah SAW bersabda: “tanda-tanda orang munafik itu ada tiga,apabila ia berbicara ia dusta, apabila dia berjanji dia ingkar, dan apabila dia di percaya dia mengkhianatinya”. (H.R. bukhari dan muslim). Dari hadist ini bisa di pahami bahwa siapa yang mengkhianati amanah termasuk salah satu ciri orang munafik. Tidak ayal lagi, koruptor yang meangkhianati rakyatnya termasuk golongan kaum munafik, Karena tidak amanah sebagai pelayan masyarakat.
Haram Masuk Surga
Pemimpin yang amanah harus mampu menjalankan tugas kepemimpinannya sesuai kehendak pemberi amanah yaitu hak-hak rakyat, karena pemimpin suatu bangsa adalah pelayan masyarakat. Sebagai pemimpin yang baik dan bertanggung jawab harus mencintai dan melayani rakyatnya.Rasullah SAW bersabda: “barangsiapa yang di serahi kekuasaan urusan manusia lalu ia menghindar melayani kaum lemah dan orang yang membutuhkannya maka Allah tidak akan mengindahkannya pada hari kiamat”.(H.R. ahmad) dan ancamannya adalah : “siapa yang di percayakan untuk memimpin suatu kaum , kemudian meninggal dalam keadaan curang terhadap mereka, Allah Ta`la akan mengharamkan surga baginya”.(H.R.bukhari dan Muslim)
Maka alangkah bahayanya kalau tidak ada lagi umat islam di negeri ini yang berani mencegah kemungkaran, karena azab Allah SWT akan turun ke bumi menimpa semua manusia, baik berbuat zalim maupun yang beriman.

Sumber: Uswatun Hasanah 2017

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker