Beritadefault

Mencari dan Memastikan Makanan Halal Adalah Kewajiban Semua Muslim

TABLIGH.ID,BANTUL–Meskipun makanan halal sangat mudah ditemukan di Indonesia, kita perlu memperhatikan titik kritis terhadap kehalalan suatu makanan. Sebagian besar muslim di Indonesia belum menyadari bahwa mereka dikelilingi oleh produk haram dan syubhat.

“Seorang muslim diharuskan untuk mencari makanan dari yang halal dan tayyib, seperti yang tertulis dalam surat Al-Baqarah ayat 168. Oleh rasulullah, ditegaskan juga bahwa kita haruss mengindari yang syubhat. Maka dari itu, perkara ini perlu menjadi perhatian muslim yang mungkin sering abai akan apa yang dikonsumsinya.” Ujar Salmah Orbayinah, Pusat Studi Halalan Thayyiban Center UMY.

“Makanan haruslah halal dan baik, karena makanan setelah melalui sistem pencernaan, selanjutnya akan diedarkan ke seluruh tubuh dan membentuk struktur tubuh dan menghasilkan energi untuk beraktivitas.” Ujar Salmah pada Kajian Indahnya Cahaya Islam, Jum’at (19/11).

“Perlu menjadi titik kritis kita, bahwa peternakan babi di Indonesia ada dan terus memproduksi. Kita patut mengetahui bahwa di tempat pemotongan hewan, pemotongan babi cukup tinggi. Maka kita harus bertanya kemana saja kira-kira babi itu dibawa?”

Salmah menjelaskan berbagai turunan produk yang dapat dihasilkan dengan bahan babi. Diantaranya adalah dagingnya berupa sosis, sate, abon, bakso, dan anek makanan lainnya. Dari kulitnya, bisa berupa kerupuk, rambak dan sebagainya. Sementara dari bulunya, babi dapat mengahsilkan produk seperti kuas dan sikat gigi.

Sebagai upaya untuk kritis terhadap apa yang kita konsumsi Salmah memaparkan tahapan-tahapan untuk memverifikasi suatu produk. Pertama adalah bahan dari produk tersebut, apakah produk tersebut halal atau tidak. Kedua, pengolahan produk tersebut tercampur dengan bahan haram atau tidak. Ketiga, distribusnya, apakah produk didistribusikan bercampur dengan produk haram atau tidak. Keempat, display produk, apakah produk tersebut dipajang dengan produk haram atau tidak. Kelima, dalam penyimpanan, apakah produk tersebut disimpan bersama dengan produk haram atau tidak.

Terkhir, Salmah menyampaikan pentingnya kita membiasakan berhati-hati dan memastikan produk yang kita konsumsi adalah produk yang halal, karena implikasinya adalah ketaatan kita kepada Allah dan Rasulullah. [Fhm]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker