Al-IslamBeritaKemuhammadiyahanPemikiran IslamTadabur

MUHAMMADIYAH DAN AGENDA REFORMASI (I)

Bagian I

Drs. H. Haedar Nashir, M.Si.

Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modernis telah diakui kiprahnya dalam kehidupan umat dan bangsa. Muhammadiyah sepanjang perjalanan sejarahnya senantiasa memiliki komitmen yang istiqomah dalam melakukan reformasi (ishlah, pembaharuan) kehidupan umat dan bangsa ke arah pencerahan untuk mencapai masyarakat utama (khaira ummah) yang dicita-citakan.

Muhammadiyah memandang bahwa reformasi sebagai proses tajdid. ishlah, atau pembaruan untuk menuju sesuatu yang lebih baik merupakan sunattullah dan sekaligus aktualisasi dari misi Dakwah Islam al-amr biy al-ma’ruf wa an-nahy ‘an al-munkar dalam dinamika kehidupan masyarakat manusia selaku abdi dan khalifah yang memiliki kehendak dan amanat untuk memakmurkan bumi ini. Karena itu reformasi haruslah merupakan gerakan yang membawa nilai-nilai luhur yang benar, damai, adil, bermoral, dan berupa kerja yang sistematik yang dapat dipertanggungjawabkan kepada mahkamah sejarah bangsa dan Allah Subhanahu wata’ala.

Amanah reformasi yang memiliki nilai-nilai transendental dan sekaligus tuntutan-tuntutan profan yang aktual untuk pencerahan umat manusia dalam kehidupan ini dalam praktiknya diakui seringkali berhadapan dengan berhala-berhala kekuasaan yang dibangun oleh manusia yang jauh dari hidayah dan rahmat Allah SWT serta bertentangan dengan nilai-nilai luhur universal kemanusiaan. Berhala kekuasaan itu muncul dalam sistem kekuasaan yang feodal, patrimonial, otorotarian, arogan yang disertai dengan pemupukan kekayaan dan ambisi-ambisi diri (status-quo) yang dimapankan secara sistem dan budaya untuk pelanggengan dirinya seperti perilaku Firaun dan Qarun dalam sejarah umat manusia. Sehingga nilai-nilai luhur yang dibawa oleh semangat reformasi dalam kerangka Dakwah Islam itu akhirnya harus berhadapan dengan perilaku-perilaku tercela (madhmumah) dalam struktur dan budaya kekuasaan yang bertentangan dengan nialai nilai luhur agama dan kebajikan kemanusiaan yang meruntuhkan masa depan masyarakat dan bangsa.

Maka langkah reformasi haruslah merupakan komitmen yang istiqomah dan tiada boleh padam dari panggilan hati-nurani setiap orang atau kekuatan bangsa yang cinta akan kebenaran, keadilan. dan pembaruan dengan keberanian dan tekad yang kuat untuk mewujudkannya. Reformasi yang luhur itu juga tidak boleh dibelokkan oleh kepentingan-kepentingan jangka pendek dan rendahan oleh sementara pihak yang membuat cita-cita luhur reformasi berjalan salah-arah dan salah-kaprah. Karena itu reformasi haruslah merupakan tanggungjawab dan panggilan iman, ilmu, dan amal yang menyatu dalam keteladanan dan kesungguhan para pelakunya yang diwujudkan sebagai gerakan damai dan pencerahan secara meluas ke segenap lini kehidupan.

Muhammadiyah sebagai gerakan reformasi memiliki prinsip gerakan yang dilandasi oleh keyakinan dan faham (1) Hidup harus berdasarkan tauhid, ibadah, dan taat kepada Allah:(2) Hidup manusia bermasyarakat, (3) Mematuhi ajaran-ajaran agama Islam dengan keyakinan bahwa ajaran Islam itu satu-satunya landasan kepribadian dan ketertiban bersama untuk kebahagiaan dunia akherat. (4) Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam dalam masyarakat adalah ibadah sebagai kewajiban kepada Allah dan Ihsan kepada kemanusiaan. (5) Ittiba’ kepada langkah perjuangan Nabi Muhammad s.a.w. dan (7) Melaksanakan amal usaha dan perjuangan dengan ketertiban organisasi..

Muhammadiyah dalam melaksanakan gerakannya juga dibingkai oleh kepribadian Muhammadiyah yang memiliki sifat sifat (1) Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan. (2) Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukuwah Islamiayah, (3) Lapang dada dan luas pandangan dengan memegang teguh ajaran Islam. (4) Bersifat keagamaan dan kemasyarakatan. (5) Mengindah kan segala hukum. undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang sah. (6) Amar Makruf nahi munkar dalam segalalapangan serta menjadi contoh teladan sesuai dengan ajaran Islam. (7) Aktif dalam perkembangan masyarakat dengan maksud ishlah dan pembangunan sesuai dengan ajaran Islam, (8) Kerjasama dengan golongan Islam manapun dalam usaha menyiarkan dan mengamal kan agama Islam serta membela kepentingannya. (9) Membantu pemerintah serta bekerjasama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun Negara untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur yang diridhai Allah, dan (10) Bersifat adil dan korektif ke dalam dan ke luar dengan bijaksana

Berdasarkan prinsip gerakan Muhammadiyah tersebut dan melalui peran orang perorang maupun secara kelembagaan (organisasi) maka Muhammadiyah senantiasa dituntut dan terpanggil untuk terus menerus menggerakkan roda reformasi yang luhur dan berdimensi luas ke berbagai lapangan dan lingkungan kehidupan demi dan dengan selalu mempertimbangkan kemaslahatan hidup umat dan bangsa secara keseluruhan di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Berdasarkan pemikiran tersebut maka dengan ini disampaikan pokok-pokok pikiran tentang Muhammadiyah dan Reformasi kehidupan umat dan bangsa sebagai berikut:

Bersambung

Sumber : Muhammadiyah dan Reformasi Diterbitkan Oleh : Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker