Beritadefault

Perempuan di Tengah Pusaran Roda Pembangunan Menyambut 2045

TABLIGH.ID, YOGYAKARTA — Lembaga Kebudayaan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah bekerjasama dengan Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Podcast Dialog Dakwah Budaya pada Senin (11/10). Podcast ini dibersamai oleh Supi Rumiyati Zamroni dan Rossa Kusumadewi Azhar. Pembahasan pada podcast kali ini, berfokus pada topik Perempuan di Tengah Pusaran Roda Pembangunan, topik yang merupakan judul buku yang telah ditulis oleh Rumiyati.

Rumiyati baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai BPH dan terlibat dalam pembangunan UNISA bahkan sejak AKBID, STIKES dan UNISA sekarang. Sebagai BPH, ia terlibat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Rumiyati mengatakan, “saya ikut mulai dari pembelanjaan, pemantauan kerja, sampai pelaporan. Selama 4 periode kurang lebih 20 tahun.”

Sebagai seorang perempuan, Rumiyati adalah sosok yang dianggap terjun pada pekerjaan-pekerjaan yang lazimnya diisi oleh laki-laki. Menurutnya, Laki-laki dan perempuan diciptakan sama dihadapan Allah, yang membedakan adalah ketakwaannya. Ia menambahkan dengan mengutip, “Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, hingga mereka mengubah keadaannya sendiri.”

“Laki-laki dan perempuan sekarang bisa mendapatkan pendidikan yang sama.” Ujar Rumiyati. Oleh karena itu, perempuan bisa mengisi sektor yang semula dikuasai oleh laki-laki. Rumi juga mengatakan, “Termasuk perkembangan teknologi juga memungkinkan perempuan mengambil peran-peran teknis di dalamya.”

Rumiyati menutup podcast kali ini dengan memberi harapan pada perempuan Indonesia dalam menyembut masa depan. “Menuju Indonesia emas 2045, jumlah penduduk Indonesia sampai pada angka 300 juta dan didominasi oleh perempuan, maka tenaga kerja perempuan akan berlmpah dan kita perlu menyambutnya dalam mempersiapkannya dengan baik.” Ucapnya mengakhiri podcast pada sore itu. [Fhm]

Tonton selengkapnya :

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker