Beritadefault

Perlunya Lensa Sebaya dan Teropong dalam Sinergi Kolaborasi Dakwah Antar Generasi

TABLIGH.ID, YOGYAKARTA – Sebagai gerakan dakwah Islam yang mempunyai cita-cita sosial mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya adalah dasar filosofi dari dakwah Muhammadiyah. Artinya, apapun yang digagas dan dilakukan oleh Muhammadiyah adalah representasi dari gerakan dakwah Islam dan diarahkan untuk pencapaian cita-cita tersebut.

Muhammadiyah tidak hanya memaknai dakwah sebagai aktifitas tabligh atau menyampaikan, tapi juga brupaya melakukan transformasi masyarakat dari zaman kegelapan kepada zaman pencerahan min adz-dzulumaat ila an-nuur. Maka, spiritnya adalah bukan hanya spirit perubahan dan pembaharuan, tetapi spirit transformasi nilai-nilai di dalam masyarakat hingga menjadi suatu inovasi yang berkelanjutan.

Dalam acara Kajian Cahaya Islam yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh PP ‘Aisyiyah bekerjasama dengan Majelis Tabligh PP Muhammadiyah (1/10) dengan tema: Sinergi Kolaborasi Dakwah Antar Generasi, Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kader PP Aisyiyah, Norma Sari, menjelaskan tentang pentingnya dakwah adalah upaya berkelanjutan yang harus diteruskan generasi yang akan datang.

Mengutip Surat Ali Imran ayat 104, Norma Sari menjelaskan bahwa dakwah meliputi 2 hal, yakni amar ma’ruf dan nahi munkar yang harus diemban setiap muslim selaku generasi terbaik. Dakwah dalam dunia digital memiliki tantangan tersendiri. “Dalam dunia digital kita diuji bagaimana menjaga akhlak dan jari-jari kita sebagai bagian dari amar ma’ruf nahi munkar,” ujarnya.

“Globalisasi juga menjadi tantangan dalam dunia dakwah. Ketika anak memegang gadget, dia sudah terhubung dengan dunia yang luas yang barangkali belum ada dalam masyarakat, pikiran, dan perasaan kita.” Lanjut Norma, “Maka perlu adanya sinergi dan kolaborasi antar generasi dalam dakwah Islam karena generasi muda (yang akrab dengan dunia digital) ini memiliki tanggungjawab yang sama dengan generasi sebelumnya untuk mengemban amanah dakwah.”

Menurut Norma, tugas dakwah yang kompleks di masa depan akan menimbulkan spirit dan semangat karena tugas kita sedemikian besar. “Kita perlu menumbuhkan semangat untuk saling berkolaborasi dengan generasi yang lebih muda dari kita yang punya lensa tersendiri untuk membaca persoalan mereka, dan generasi senior mempunyai teropong yang lebih bijaksana untuk mengatasi persoalan yang ada.” Ujarnya.

Norma menutup kajian dengan pernyataan tentang bagaimana kita dapat berkolaborasi dan bekerja sama dan memberikan sistem rujukan yang baik dan membangun narasi-narasi yang utuh dari narasi-narasi antar generasi yang akan membingkai dakwah kita menjadi dakwah yang mencerahkan dan menggembirakan, bisa menjadi etalase Islam berkemajuan, dan Islam Rahmatan lil ‘Alamin.

Tonton Selengkapnya :

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker