Beritadefault

Ruh Muhammadiyah Pengajian, Tanpa Itu Hanya Jasad

TABLIGH.ID, YOGYAKARTA–Menyadari pentingnya pengajian dalam gerakan Muhammadiyah dari masa ke masa, Wakil Sekretaris Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Miftahul Haq berpesan agar setiap Cabang dan Ranting menjaga agenda pengajian rutin.

Kiai Haji Abdur Rozak Fachruddin, Ketua PP Muhammadiyah (1968-1990) pernah berpesan bahwa “Pengajian adalah ruh-nya Muhammadiyah. Tanpa Pengajian, Muhammadiyah ibarat Jasad yang Sudah Tidak Bernyawa”.

“Kita ini kan gerakan Islam, nilai-nilai Islam itu menjadi daya dorong untuk kita beraktivitas. Maka pengajian itu menjadi salah satu wujud kegiatan yang bisa menjadikan organisasi Muhammadiyah itu hidup,”rangkumnya dalam Pengajian Majelis Tabligh, Sabtu (20/11).

Akan tetapi dalam pelaksanaannya berbicara pengajian itu jangan di maknai pengajian dalam arti terbatas oleh ruang dan waktu atau materi.

Miftahul menambahkan, pandemi bukan menjadi alasan untuk meniadakan pengajian. Pengajian rutin menurutnya bisa dialihkan pada sistem daring dan tetap menyesuaikan dengan protokol kesehatan.

Miftahul Haq berpesan agar tingkatan Daerah, Cabang dan Ranting tidak terjebak pada metode dakwah secara tatap muka. Dakwah yang terpaku pada metode lama menurutnya akan tertinggal.

Bagaimana pengajian Muhammadiyah itu juga bisa menggerakkan, tidak hanya transfer pengetahuan keilmuan keagamaan tetapi juga bagaimana kemudian dapat menghidupkan kegiatan masyarakat.

“Tetapi kemudian Pengajian itu tidak sebatas transfer pengetahuan keagamaan tetapi juga bagaimana menuntunkan jamaah masyarakat untuk bagaimana mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Miftahul.

“Pengajian ruh betul dan itulah alat untuk menggerakkan nilai-nilai Islam dalam sebuah organisasi,”imbuh Miftah.

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker