defaultIbadah

Shalat Sesuai Tuntunan Nabi

Tata-Cara Shalat Fardlu (Wajib)

Apabila hendak melaksanakan shalat, maka lakukanlah dengan tata-cara sebagai berikut. Mula-mula berdiri tegak, menghadap kiblat (lihat gambar 1), lalu ucapkan “Allahu Akbar”, disertai niat ikhlas hanya karena Allah; seraya mengangkat kedua belah tangan sejurus dengan bahu, mensejajarkan ibu jari pada daun telinga (gambar 2). Setelah itu, letakkan tangan kanan pada punggung telapak tangan kiri di atas dada (gambar 3); lalu bacalah do’a iftitah:

(Alla-humma ba-‘id baini- wa baina khatha- ya-ya kama- ba-‘adta bainal masyriqi wal maghrib. Alla-humma naqqini- minal khatha-ya-‘kama- yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. Alla-hum-maghsil khatha-ya-ya bilma-i wats tsalji wal barad)..

Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku se-bagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana dibersihkan kain putih dari noda. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun.

Atau, bacalah alternatif do’a iftitah yang lain.

Lalu, berdo’a mohon perlindungan dengan membaca: “A’u-dzu billa-hi minasysyaitha-nir raji-m”;membaca: “Bismilla-hirrahma-nirrahi-m”;lalu membaca surat al-Fatihah dan do’a sesudahnya: “A-mi-n”.

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ١ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣  مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٤ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ٥ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ٧

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk; 1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. 3. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 4. yang menguasai di hari Pembalasan. 5. hanya Engkau-lah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. 6. Tunjukilah Kami jalan yang lurus, 7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Kemudian, bacalah salah satu surat dari al-Qur’an dengan perlahan-lahan dan diperhatikan artinya.

Kemudian, angkatlah kedua belah tangan seperti dalam takbir permulaan, lalu ruku’-lah dengan bertakbir seraya melempangkan (meratakan) punggung dengan leher, memegang kedua lutut dengan dua belah tangan, lalu berdo’a: [Subhanakallahumma rabbanawa bihamdikalla-hummaghfirli; Maha Suci Engkau ya Allah Tuhan Kami, dan dengan memuji-Mu ya Allah, ampunilah aku], atau berdo’a lah dengan salah satu do’a dari Nabi SAW.

Kemudian, angkatlah kepala untuk i’tidal dengan mengangkat kedua belah tangan seperti dalam takbiratul ihram dan berdo’alah: (Sami’alla-hu liman hamidah); Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya, dan bila sudah tegak berdiri (gambar 5), berdo’alah: (Rabbana- wa lakal-hamd); Ya Tuhan kami, bagimu segala pujian. Lalu, sujud dengan bertakbir “Allahu Akbar” , serta letakkanlah kedua lutut dan jari kaki di lantai, lalu kedua tangan diletakkan di depan lutut agak menyamping keluar, dahi danhidungditumpukan di lantai tempat sujuddengan menghadapkan ujung jari kaki ke arah Kiblat serta merenggangkan tangan dari kedua lambung dengan mengangkat siku (gambar 6).

Ketika bersujud, berdo’alah: (Subha-nakalla-humma rabbana- wa bihamdikalla-hummaghfirli), atau berdo’alah dengan salah satu do’a dari Nabi Muhammad saw.

Lalu,angkatlah kepala dengan bertakbir dan duduklah dengantenang dan berdo’a: (Alla-hum maghfirli-warhamni-wajburni- wahdini- warzuqni); Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku, perbaikilah aku, tunjukilah aku, dan berilah aku rizki.

Lalu, sujud untuk kedua kalinya dengan bertakbir dan membaca tasbih seperti sujud yang pertama. Kemudian angkatlah kepala dengan bertakbir dan duduklah sebentar, lalu berdirilah untuk rakaat yang kedua dengan menekankan (tangan) pada lantai. Kerjakanlah rakaat yang kedua ini seperti dalam rakaat yang pertama, hanya tidak membaca do’a Iftitah.

Setelah selesai dari sujud yang kedua kalinya, maka duduklah di atas kaki-kiri dan tumpuan kaki kanan serta letakkanlah kedua tangan di atas kedua lutut (gambar7); julurkanlah jari-jari tangan-kiri, sedang tangan-kanan menggenggamkan jari kelingking, jari manis dan jari-tengah serta mengacungkan jari telunjuk dan sentuhkan ibu-jari pada jari tengah (gambar 8). Duduk ini bukan dalam rakaat akhir.

Adapun cara duduk dalam rakaat akhir adalahmemajukan kaki kiri, sedang kaki kanan bertumpu dan duduk bertumpukan pada pantat (gambar 9). Dan bacalah tasyahud sebagai berikut:

(Attahiyyatu lillah washshalawatu waththayyibat, assalamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatulla-hi wa baraka-tuh. Assala-mu ‘alaina wa’ala- ‘iba-dilla-hish sha-lihi-n. Asyhadu alla- ila-ha illalla-h wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu- wa rasu-luh).

Lalu, bacalah shalawat pada Nabi Muhammad saw sebagai berikut:

(Alla-humma shalli ala Muhammad waala ali Muhammad, kama- shallaita ‘ala- lbra-hi-m wa a-li lbra-hi-m, wa ba-rik ‘ala Muhammad wa a-li Muhammad, kama- ba-rakta ‘ala- lbra-hi-m wa a-li lbra-hi-m, innaka hami-dum maji-d). Ya Allah, limpahkan kesejahteraan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad seperti Engkau melimpahkan kesejahteraan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad seperti Engkau memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Luhur.

Kemudian, berdo’alah kepada Tuhan, sekehendak hati yang lebih pendek daripada doa dalam tasyahud akhir.

Kemudian,berdirilah untuk rakaatyang ketiga(jika kitamelaksanakan shalat tiga atau empat rakaat), dengan bertakbir mengangkat tangan dan kerjakanlah dalam rakaat yang akhir atau rakaat ketiga, seperti dalam dua rakaat yang pertama, hanya cukup membaca, Fatihah saja, tidak dengan membaca surat apa pun. Sesudahrakaat terakhir, bacalah tasyahhud serta shalawat kepada Nabi Muhammad saw, lalu hendaklah berdo’a memohon perlindungan dengan membaca do’a:

(Alla-humma inni- au-dzu bika min adza-bi jahannama wa min adza-bil-qabri wa min fitnatil mahya- wal mama-ti wa min syarri fitnatil ma-si-hid dajja-l); Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dari siksa neraka Jahanam, dari fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.

Kemudian, ucapkan salam dengan berpaling ke kanan dan ke kiri (gambar 10). Salam yang pertama sampai pipi kanan terlihat dan salam yang kedua sampai pipi kiri terlihat pula oleh orang yang berada di belakang kita. Ucapan salam: (Assala-mu alaikum wa rahmatulla-hi wa baraka-tuh).

Gambar : Posisi pokok gerakan Shalat.

 

[Selengkapnya, baca berkala Tuntunan ISLAM edisi 3/2011] DOWNDLOAD

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker