AkhlaqAl-IslamAqidahKemuhammadiyahan

Tauhidnya Rusak, Otomatis Amalnya juga Rusak !

TABLIGH.ID, YOGYAKARTA—Pada Kajian Songsong Muktamar Muhammadiyah yang diadakan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Piyungan, Ketua Umum PP Muhammadiyah Periode 1995-1998, Prof. Amien Rais menyebut surat favorit Warga Muhammadiyah, Ali Imran 104 tidak berdiri sendiri melainkan ada rangkaian pentingnya.

Menurutnya, jiwa di baca pada ayat sebelum dan sesudahnya akan menemukan rangkaian yang penting, yaitu tauhid yang benar dan diejawantahkan menjadi amal saleh yang juga harus benar dan berdimensi sosial. Hingga kemudian anjuran untuk menata atau mengorganisasi umat dalam mencegah kemungkaran dan mengajak kepada kebaikan.

“Dari ayat 100 sampai 110 Ali Imran itu ada dua kata umat, yang satu umat dalam arti penegak amar ma’ruf nahi munkar, tapi ternyata juga membutuhkan khairu umati (umat terbaik)”. Ucap Amien pada (4/11) saat memberikan Tausiyah secara daring.

Menjadikan Ali Imran 104 sebagai ayat landasan berdirinya, Muhammadiyah yang lahir pada 18 November 1912 atau usianya lebih dari seabad, kata Amien, memang dikenal sebagai organisasi Islam besar, paling tua, sehat organisasinya, dan paling berpengaruh. Bahkan pengaruh Muhammadiyah bukan hanya di kawasan Indonesia, regional ASEAN, tapi sudah mendunia.

Mantan Ketua MPR RI ini menjelaskan, terkait dengan awetnya usia Muhammadiyah tentu memiliki rahasia. Di antara rahasia itu adalah keinginan dan usaha serius yang dilakukan oleh Muhammadiyah untuk menjadikan dirinya saat ini lebih baik dari masa yang telah lalu, serta berusaha menjadi baik di masa depan.

Keinginan Muhammadiyah tersebut selaras dengan yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW, “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”

Menceritakan pesan yang disampaikan oleh KRH Hadjid, ketika dirinya masih aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Amien teruskan pesan tersebut ke AMM sekarang, bahwa sejatinya penyakit adalah menyekutukan Allah dengan segala bentuk dan manifestasinya, dan obat dari penyakit itu adalah tauhid yang sebenar-benarnya.

“Muhammadiyah ini menjadi garda paling depan untuk mengingatkan kepada anak-anak bangsa, bahwa tauhid itu dipelihara dengan sebaik-baiknya. Kalau tauhid rusak, maka otomatis amalnya juga rusak,” tegas Amien.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker