AkhlaqAqidahMuamalahPemikiran Islam

Tujuan Merdeka

…dan janganlah engkau takut kepada manusia (tapi)  tapi takut lah kepadak-Ku (Allah). Dan janganlah engaku menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang di turunkan Allah , mereka itu adalah orang-orang yang kafir” .(Q.S. Al-maa-idah 5:44)

            menurut syari`at islam , berupaya memperjuangkan kemerdekaan dari pejajahan adalah  syar’i, jadi tidak tercela. Yang tidak syar’i dan yang di benci Allah Ta’ala ialah setelah merdeka, justru melakukan invasi ke negeri-negeri yang bangsanya lemah, lalu menjajahnya, seperti yang dilakukan amerika terhadap muslim Afghanistan dan muslim Iraq, Zionis Israel terhadap Palestina (untuk selanjutnya belum di ketahui  bangsa muslim mana yang sedang di incar Amerika untuk di invasi lagi).

            Fakta-fakta sejarah membuktikan bahwa bangsa yang beragama islam, di dunia timur maupun barat tidak pernah menjadi penjajah. Bangsa yang menjadi pejajah di dunia ini adalah bangsa-bangsa non muslim, termasuk bangsa jepang yang pernah menjajah nenek moyang kita, selama tiga tahun lebih. Belanda yang menjajah selama 350 tahun, juga bukan muslim. Salah satu faktor penyebab  bangsa-bangsa muslim tidak mau menjajah bangsa lain, karena dalam islam, menjajah itu merupakan salah satu bentuk penzaliman  yang hukumnya haram dan di benci AllahTa`ala.

            Dalam islam, bangsa yang kuat harus melindungi dan menyayangi bangsa-bangsa yang lemah, termasuk yang sedang kelaparan. Bahkan sampai dikatakan tidak beriman seseorang kalau sampai hati ia hidup dalam serba berkecukupan, tetapi membiarkan saja hamba Allah yang muslim menderita kelaparan. Tetapi kenyataan membuktikan bahwa bangsa-bangsa yang kuat bukan melindungi bangsa yang lemah, tetapi ingin menguasa nya, dengan cara menginvasinya, lalu mengeksploitasi sumber daya alam (SDA)nya. Sikap ini tentu tidak terlepas dari intervensi setan iblis. Sebab setan iblis sebagaimana di informasikan Al-quran, salah satu misinya dan pekerjaanya ialah menyuruh manusia menzalimi sesama, termasuk untuk menindas dan mengeksploitasinya.

            Banyak orang yang benci kepada iblis dan menganggapnya sebagai makhluk yang jahat. Tapi sejahat-jahatnya setan iblis, ia tidak bisa menjajah bangsa apapun. Setan iblis juga tidak bisa membumihanguskan negeri muslim Afghanistan, Iraq, dan sebagainya. Setan iblis juga tidak bisa membeli atau membuat senjata yang di maksudkan menghabisi umat muslim yang lemah, terutama di negeri-negeri yang miskin. Oleh karena itu,dari segi fisik setan berdasi lebih berbahaya daripada setan iblis. Juga setan manusia jauh lebih berbahaya  dari pada Ular.

Bisa menangkapnya

Ular kalau eksistensinya di rasakan menjadi ancaman di sebuah pemukiman , masyarakat bisa menangkapnya hidup atau mati. Caranya tidak terlalu rumit dan berat, tidak di butuhkan kontribusi pemikiran kalangan cerdik pandai atau kalangan ahli dalam strategi militer untuk menangkapnya. Yang susah di tangkap dan di kuasai justeru ular berdasi, karena ia punya angkatan perang yang super canggih persenjataannya. Begitu ada yang coba menangkap ular berdasi  itu, semua peralatan pengamanannya langsung action dan yang akan menangkapnya di buat tak berdaya.

            Bagaimana kalau ular berdasi itu di da`wahi? Ular berdasi terkadang seperti fir`aun yang pernah hidup pada zaman nabi Musa AS. Nabi musa bukan tak menda`wahinya, tetapi da`wah nabi musa AS. Tidak di perdulikan. Bahkan ular berdasi itu mengerahkan orang-orangnya untuk menangkap nabi Musa agar da`wahnya terhenti dan berakhir.

Akhirnya masuk islam

            Bukankah nabi Sulaiman AS. Pernah menda`wahi  Ratu saba` yang menyembah matahari, sehingga sang penguasa musyrik itu masuk islam? betul, tetapi jangan lupa, para kolonialis pada umumnya tidak seperti ratu saba`. Arogansi mereka akan menghalangi mereka menerima da`wah islamiyah. Apa lagi masuk islam, tambahan pula, islam bagi para penjajah merupakan penghalang. Islam hanya mudah di terima oleh orang-orang yang tidak ingin melakukan invasi, mendominasi, menjajah, mengeksploitasi,berdusta dan tidak mempunyai  sejumlah kepentingan terhadap negeri-negeri lain. Kalau orang hobinya menjajah, sedang islam mengharamkan penjajahan, besar kemungkinan, ia tidak suka terhadap islam. Bahkan kalau perlu, islam harus di habisi. Sebab sepanjang islam masih ada, akan selalu ada saja yang menghalangi semua keinginan yang dilarang dalam islam itu.

            Berbeda dengan ratu saba`, yang dalam ini tidak arogan, tidak ingin menjadi penjajah dengan menginvasi bangsa-bangsa lemah dan miskin, tetapi cinta damai. Maka da`wah nabi Sulaiman di terimanya dan akhirnya menjadi muslimah.

            Namun jangan dikira mengislamkan sang penguasa musyrik itu mudah saja. Bukan berarti, begitu di da`wahi, sang ratu langsung masuk islam.sang Ratu “di bujuk” dahulu oleh nabi Sulaiman AS lewat sepucuk surat. Kini tidak ada lagi da`i sekaliber nabi Sulaiman AS yang berani mengajak sang penguasa yang musyrik dan kolonialis, yang arogan yang ingin menjajah bangsa-bangsa muslim yang lemah. Andainya para penjajah beriman, mereka tentu tidak menjajah.

            Dahulu, ketika nabi Sulaiman As sebagai da`i mendaulat penguasa saba`, sang penguasa segan  terhadap nabi sulaiman yang mempunyai kekuatan . tetapi kini, imbauan para ulam terhadap para penentu kebijakan tingakat dunia tak digubris. Mungkin Karena fir`aun tingkat dunia itu tidak memperhitungkan kekuatan para ulama, yang tidak mempunyai kekuatan militer, tidak pula kekuatan lainnya.

Menurut riwayat

            Dalam hal ini ada anggapan yang tidak argumenatif, menurut riwayat, Qabill putera Nabi Adam AS pernah membunuh Habil, adiknya, hábil adalah anak yang baik hati dan taat kepada Allah serta berbakti kepada kedua orang tuanya. Sebaliknya Qabil jahat, kejam, egois dan serakah. Bahkan tidak berperikemanusiaan, sehingga sampai hati ia menghabisi saudara kandungnya sendiri tanpa sebab yang di benarkan Allah ta`ala.

            Hábil yang  baik ternyata belum sempat menikah dan berketurunan, Karena di bunuh dan sebelum sempat menikah dengan Iklima, sebaliknya Qabi lah yang jahat, zalim, kejam, busuk hati  serta kotor otaknya sempat berketurunan. Lalu ada anggapan sebabnya banyak manusia jahat, Karena bukan mereka bukan turunan hábil yang baik, tetapi keturunan Qabil yang jahat, anggapan ini sama sekali tidak Argumentatif. Orang boleh merasa kecewa oleh arogansi dan kesewenang-wenangan penguasa Amerika, tetapi menuduh mereka sebagai keturunan qabil tiadak argumentatif. Para penjajah yang pernah menjajah bangsa indonesia  dan para penentu kebijakan yang membumihanguskan Afghanistan dan iraq walupun sangat kejam dan zalim, belum tentu merupakan  keturunan qabil yang jahat.

Kejahatan demi Kejahatan

            Diakui atau tidak, kejahatan demi kejahatan yang dilakukan para penjajah dan pemerintah amerika semakin banyak. Al quran dalam hal ini memberitahukan bahwa setiap manusia  telah di rekam juru kamera Allah, dan hasilnya akan di perlihatkan kepada yang bersangkutan pada hari pembalasan nanti. Ketika menginvasi iraq dan membunuhi rakyat sipilnya, pemerintah amerika mungkin tidak sadar bahwa Allah sedang memantau  mereka dan para petugas Allah  mencatat dan menshooting perbuatan mereka. Pada saatnya nanti , di akhirat hasil shooting tersebut akan di tayangkan di layar monitor super akbar dan mereka tak berkutik akan membantahnya.

            Pada setiap 17 agustus, bangsa ini memperingati proklamasi kemerdekaannya, dan pada setiap 4 juli pemerintah amerika serikat juga memperingati proklamasi kemerdekaannya. Tetapi mereka lupa bahwa mereka makhluk Allah yang paling jahat. Dasarnya antara lain sabda rasulullah SAW :”sebaik-baik kalian orang yang darinya dapat di harapkan kebaikan (seperti infaq) dan orang lain tidak  aman dari kejahatannya…(HR. Ahmad Tarmidzi dan Ibnu hibban dari Abu Hurairah RA). Berdasarkan sabda nabi tersebut siapa pun menjadi otak pembumihangusan negeri-negreri muslim  jelas merupakan  manusia yang paling jahat, karena manusia tidak aman dari gangguan dan kejahatan mereka.

Pemberlakuan Syari`at

            Kewajiban kita setelah merdeka adalah memperjuangkan  serta menerapkan syari`at islam dalam segala aspek kehidupan.  Agar pemberlakuan syari`at islam itu dapat dijalankan , maka apa saja yang menjadi penghalangnya harus di singkirkan . sampai menjelang 17 agustus 1945 (proklamsi kemerdekaan RI) orang-orang tua kita dahulu banyak yang sangat mengharapkan di berlakukannya syari`at islam di Indonesia.tak ada penghalang, yaitu mereka pada waktu itu masih di kuasai dan di zalimi pemeriantah kolonial belanda kristiani.

            Maka tidak mengherankan kalau kaum kristiani Indonesia pada waktu, termasuk para pendetanya tidak pernah terdengarmemekikkan suara kepada rakyat agar  untuk mengusir para penjajah Kristen itu. Yang melakukan hal itu justeru para ulama, sebab dalam islam, pejajahan merupakan salah satu bentuk penzaliman yang wajib di basmi sampai ke akar-akarnya dan umat islam harus bebas dari penindasan berupa apapun,agar mereka dapat menjalankan syari`at islam secara bebas. Atas itulah maka dengan pekikan Allahu akbar, para ulama bersama umat islam mengangkat senjata berupa bambu runcing mengusir para penzalim yang tirani dan jahat itu. Dengan izin Allah, mereka itu berhasil di usir dari bumi Indonesia.

            Dengan di usirnya penjajah yang notabennya tidak menyukai islam, seharusnya pengahalang memberlakukan syari`at islam  sudah tidak lagi. Tapi ternyata tidak, sebab masih ada lagi penghalang lain, yaitu orang Indonesia yang tidak beragama islam dan yang beragama islam,tapi tidak suka syari`at islam di jadikan sebagai salah satu sumber hukum. Lalu ada orang yang bertanya:”benarkah muslim Indonesia telah merdeka dari semua bentuk penjajahan?” belanda dan jepang memang telah berhasil di usir dari negeri ini, tetapi bagaimana dengan penjajah lainnya?

            Prinsip dari penjajah ialah, pribumi tidak boleh cerdas, pintar, berilmu dan sekolah . sebab kalau pintar, mereka tidak dapat dijajah lagi. Agar mereka dapat di jajah terus menerus, mereka harus bodoh, tidak tahu apa-apa, buta politik dan seterusnya. Setelah sekian tahun merdeka, seharusnya bangsa indonesia , terutama umat islam sudah terbebas dari keterbelakangan, keteratinggalan, kebodohan dan pembodohan dan kemiskinan dan pemiskinan. Namun nyatanya jumlah orang miskin di negeri ini makin banyak.

            Mudah-mudahan akan tiba saatnya rahmat Allah SWT di berikan kepada umat islam , termasuk di Indonesia, sehingga mereka tak dijajah lagi dan bebas dari segala macam bentuk penindasan dan ketakutan.

 

Sumber: Uswatun Hasanah 2017

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker