BeritaKemuhammadiyahanPemikiran Islam

Meningkatkan Religiusitas Islami yang Mencerahkan

TABLIGH.ID, YOGYAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Tabligh Akbar Online dengan tema “Membangun Religiusitas Islami yang Mencerahkan” yang disiarkan langsung melalui TVMu dan melalui Zoom Meeting pada Jumat malam, 15 April 2022.

Sebelum memulai tabligh akbar, Rektor UMS Sofyan Anif mengajak hadirin untuk menyimak dengan seksama paparan yang disampaikan oleh narasumber.

“Kami berharap kegiatan ini, dapat memperkuat karakter sebagai seorang yang beriman.Dari sisi karakter yang dibangun pada Ramadhan ini menjadi modal besar kita baik secara pribadi maupun komponen bangsa yang dapat berkontribusi dalam membangun umat, khususnya membangun UMS kita ini,” pungkasnya.

Hadir sebagai narasumber,  Fathurrahman Kamal., Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam pembukaan, Ia mengajak peserta untuk kembali meneladani spirit yang diajarkan pendahulu kita terlebih dahulu oleh KH Ahmad Dahlan, hal ini menjadi sangat penting dalam menghadapi era disrupsi ini.

“Diawali dengan Qs. Al-‘Asr, dimana surat ini mengajarkan tentang pentingnya waktu. Waktu adalah kehidupan itu sendiri, dan kehidupan adalah waktu itu sendiri. Sehingga janganlah kalian mencela masa, karena Allah SWT sang pencipta masa ini,” papar Ketua Majelis Tabligh itu.

Dia juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki pandangan futuristik, dengan memprediksi suatu perilaku kehidupan umat manusia.

“Di mana kegiatan yang dilakukan hanya bersifat normatif, maka akan kehilangan makna terhadap nilai dari yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Parameter religiusitas yang digunakan ini “belum” secara holistik. Kita masih terpaku pada pemahaman bahwa religiusitas itu hanyalah aspek simbolik,” jelasnya.

Pada akhir sesi, Ia menyampaikan bahwa “tadayyun” atau dalam pengajian Ramadhan ini disebut sebagai “Religiusitas Islami”. Tak lain dari manifestasi konkrit secara holistik dari berbagai aspek dan dimensi kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat. Termasuk dalam konteks kehidupan kemanusiaan universal, kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker