BeritadefaultIbadahKemuhammadiyahan

Metode TablighQu : Cara Mudah Belajar Terjemahan Al-Qur’an

TABLIGH.ID, BANTUL– Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa metode atau cara mengaji yang dikembangkan oleh Kiai Ahmad Dahlan, Pendiri Muhammadiyah berbeda dengan cara mengaji ulama-ulama di masanya. Kiai Dahlan dalam mengajar atau berinteraksi dengan Al Qur’an tidak menitik beratkan pada hafalan dan indahnya bacaan, maupun pemahamannya saja, tapi lebih kuat pada pengamalan.

Menurut Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, Kiai Dahlan merupakan Potret “The Living Qur’an”. Mengutip Prof. Prof. Kuntowijoyo, tokoh budayawan dan sejarawan Indonesia terkemuka dari Muhammadiyah, Fathur menyebutkan bahwa dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, Kiai Dahlan lebih berperan sebagai “man of action” ketimbang “man of thought”.

“Beliau lebih menekankan kepada umat untuk berbuat, daripada sekedar berpikir semata. Terbukti saat mengajarkan surah Al-Mà’ùn selama berbulan-bulan, sehingga murid-muridnya mengeluh. Ternyata yang dikehendakinya, tak semata menguasai makna dan kandungan surat tersebut secara kognitif belaka; namun perlu pembuktian praktis dan nyata. Sebab, Al-Mà’ùn tak semata berisi ancaman neraka bagi yang mengabaikan shalat, tapi juga bagi siapa saja yang tidak memperhatikan kesejahteraan ekonomi orang-orang miskin, kaum marginal, dan para anak yatim. Mentalitas buruk ini dikecam sebagai perilaku mendustakan agama”. Ucapnya pada, Sabtu (2/7).

Pada acara Pelatihan Tafhimul Qur’an Metode TablighQu Bertempat di gedung PUSDIKLAT Tabligh Institut Muhammadiyah yang terdiri dari peserta Korps Muballigh Muhammadiyah seluruh DIY,  Fathur menjelaskan, bagi Kiai Dahlan, mengetahui dan memahami makna Al-Qur’an ialah mengamalkannya, tidak semata mengetahui. Tafsir mengenai pentingnya amal usaha itulah yang menjadi pijakan gerakan Muhammadiyah. Bagi Muhammadiyah, agama adalah praksis sosial.

Di Muhammadiyah, obsesi luar biasa setiap pimpinan, warga, serta simpatisannya untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai aktivitas, bukan berhenti sebagai kata-kata. Secara aktif memberikan substansi yang kongkret pada simbol yang abstrak.

“Saya yakin, sebagaimana Al-Qur’an dijamin keterjagaan dan keabadiannya oleh Allah, pun pula Muhammadiyah dan warganya akan senantiasa terjaga dan abadi dalam kebaikan manakala mereka selalu terjaga dengan Al-Qur’an, istiqamah hidup di bawah panji Al-Qur’an. Kiai Dahlan rahimakumullah merupakan teladan yang telah nyata membumikan Al-Qur’an dalam rasa, karsa, dan cipta atau hati, pikiran, dan tindakan”. Tandasnya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker