Beritadefault

Momentum Syawalan, Kuatkan Persatuan Kesatuan Bangsa

TABLIGH.ID,KEDIRI– 1 Syawal merupakan hari besar bagi umat Muslim untuk menjalankan suatu ibadah. Namun merayakan idul fitri dengan aktivitas silaturahim, halal bihalal, dan syawalan adalah tradisi sosial-keagamaan baik yang hidup di tengah masyarakat.

“Acara semacam ini jangan dipandang sempit, syawalan adalah aktivitas kebudayaan bukan ritual mahdhah,” ujar Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah dalam acara Halal Bihalal Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kediri pada Ahad (15/05).

Dalam Tradisi Islam Nabi juga menganjurkan untuk menyambung silaturahim setiap saat, sesuai sabdanya yang berbunyi “Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi,” (HR. Bukhari – Muslim).

“Jadi tidak tepat juga ada pihak yang mengatakan bahwa syawalan adalah bid’ah karena itu bukan pada tempatnya, syawalan juga tidak memiliki rukun dan syarat dalam agama,” Imbuhnya.

Fathur berharap perbedaan tidak perlu menjadi alasan untuk bermusuhan satu sama lain, melainkan harus bersinergi demi kemaslahatan bersama untuk saling menguatkan Persatuan Kesatuan Bangsa.

Bagi Fathur, syawalan ini adalah adat istiadat atau urf yang hukumnya dalam islam selama tidak bertentangan dengan ajaran agama maka masuk kategori yang diperbolehkan.

“Banyak para ahli yang mengatakan bahwa faktor yang menyatukan indonesia adalah islam, jadi saya berpesan kalau ingin damai tolong jaga umat islam,” pesan Dosen Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini. [Roni]

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker