AqidahKristologiMuamalahPemikiran Islam

Trinitas dalam Agama Jahiliyah

maka apakah patut kamu(hai orang-orang musyrik) menganggap Al-latta dan Al-Uzza dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah).?(Q.S.An najm 53:19-20).

 

            Hampir semua agama. Penduduk arab jahiliyah mempunyai trinitas, yaitu latta, uzza, dan manna. Trinitas adalah kepercayaan mempercaya adanya tiga tuhan.ternyata kepercayaan itu telah mengakar pada Orang mesir mempunyai trinitas Orisis,Aphies dan Osies. Orang romawi menyembah zeos, Apholone dan Aphordite. Sedangkan orang hindu menyembah bhrahma, wishnu dan syiwa.

            Lahirnya trinitas dalam kristen adalah salah satu kemenangan  iblis dalam sejarah pergolakannya,karena sistema kepercayaan ini telah tersebar hampir di seluruh pelosok dunia, selama hampir dua ribu tahun, setelah kristen menetapkan trinitas sebagai ajaran pokok akidahnya.

Sekilas Sejarah Trinitas Kristen

            Pada awalnya, agama yang dia ajarkan oleh isa Al-masih adalah agama tauhid, yang mengajarkan bahwa tiada tuhan selain Allah dan tidak ada berhak di sembah selain Allah SWT. Ajaran tauhid masih dapat kita temukan dalam kitab perjanjian lama(bible), maupun perjanjian baru.

            Dalam perjanjian lama, ulangan pasal 4 ayat 35 dikatakan: “maka kepada mu ituia di tunjuk supaya di ketahui oleh mu bahwa tuhan itu Allah. Dan kecuali tuhan esa tiadalah yang lain lagi”. Pasal 6 ayat 14 di temukan ayat berbunyi: “dengarlah  oleh hai israil sesungguhnya hua Allah kita, hua itu esa adanya”. Dalam markus pasal 12 ayat 29 Isa Al- masih  bersabda: “maka jawab yesus kepadanya, hukum terutama inilah  dengarlah oleh mu hai israil. Adapun tuhan kita adalah tuhan yang esa”. Sedangkan dalam yahya pasal 17 ayat 3 di tegaskan : “inilah hidup yang kekal supaya mereka mengenal engkau , Allah yang esa, dan yesus kristus engkau suruh ku itu”.

            Dari sudut akidah, sesungguhnya tidak ada sedikitpun perbedaan antara ajaran Isa Al-masih dengan ajaran nabi Muhammad SAW. Mereka sama-sama mengajarkan tauhid, yakni bahwa tiada tuhan selain Allah, dan tiada yang berhak di sembah selain Allah SWT.

            Pada sekitar abad keempat, agama tauhid yang di ajarkan oleh Isa Al-masih, di selewengkan menjadi agama trinitas atas desakan caisar Stantinus Magnus. Kaisar yang baru memeluk agama yang baru di bawa isa itu, masih sangat terikat pada agama lama yang di anutnya, sehingga agama tauhid itu di sesuaikannya dengan agama lama itu. Untuk itui, ia memerintahkan para uskup untuk mengarang trinitas.

            Kristen yang sesuai dengan agama lama itu di anut kaisar constantinus magnus dan anut pula oleh masyarakatnya. Akhirnya, akhirnya terciptalah trinitas baru yang bertumpu pada ketuhanan Allah, ketuhanan yesus, dan ketuhanan rohul kudus.

            H.A.Davies menceritakan : “ketika kristen menjadi agama resmi kekaisaran romawi, constantinus Magnus merencanakan sejauh mungkin kepercayaan kafir tanpa timbul kecurigaan mengenai bahayanya….”.(Encyclopedia Americana x:189). Tentu saja, rencana kaisar itu akan berjalan mulus tanpa di bantú oleh para uskup yang mendukungnya. Athanasius adalah orang yang paling mendukung rencana kaisar Constantinus.

            Selanjutnya, H.A.Davies mengatakan bahwa rencana kaisar di bantú oleh uskup-uskup lain, yang antara lain Basilius Magnus dari caisaria, gegorius dari neysia dan Gregoria dari Naziansus. Para pengarang  trinitas, kemudian di juluki Cappadosian fathers. Jadi trinitas tersebut karangan  uskup yang baru muncul pada akhir abad keempat.

Tentang Kelahiran Isa Al-Masih

            Mengenai kelahiran Isa Al-masih yang di yakini pada tanggal 25 desember, Alquran tidak membenarkan bahkan natal terjadi pada bulan desember. Alquran menceritakan  bahwa isa lahir pada saat buah kurma sedang ranum dan berjatuhan  karena mulai masak. Di palestina, kurma ranum biasanya terjadi pada bulan april sampai mei.

            Tentang saat kelahiran Isa Al-masih Alquran menceritakan : “maka rasa sakit akan melahirkan  anak memaksa ia(maryam bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “aduhai, alangkah baiknya aku mati(saja) sebelum ini, dan akau menjadi barang yang tidak berarti, lagi di lupakan “. Maka jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya tuhan mu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan  buah kurma yang masak kepadamu, maka makan dan minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk tuhan yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan  seorang manusia pun pada hari ini”.(Q.S.Maryam 19:23-26).

            Mengenai kelahiran Isa Al-Masih pada tanggal 25 desember para sejarawan meragukan . dalam Encyclopedia of Religions IV:37 di tulis: “Ada di dalikan bahwa kelahiran Isa terjadi pada bulan desember. Hal itu sangat diragukan, karena pada waktu itu di judea sedang musim dingin dan penghujan. Jadi tidak mungkin para gembala melepaskan  domba-dombanya di Padang terbuka, seperti yang di ceritakan Injil”.

            Bahkan para sejarawan meyakini bahwa ritual natal, pada bulan desember, di ilhami ritual para pemuja anak dewa matahari, Dyonisos atau bacchus yang merayakan kelahiran pada bulan desember pula.

Tentang Rohul Qudus

            Rohul qudus atau malaikat jibril yang meniupkan ruh ke perut bunda Maryam di pertuhankan berdasarkan mithos atau penyesuaian dengan sistem kepercayaan yang berkembang di yunani dan sekitarnya. Pendeta Charles Francis Potter menulis tentang asal-usul doktrin ketuhanan Rohul qudus. Ia mengatakan : “penemuan manuskrip  di laut mati telah memberi penjelasan tentang suatu doktrin yang amat berbelit-belit, sangat sulit di terima akal dan sangat lemah, yakni doktrin Rohul Qudus, oknum ketiga dalam trinitas… banyak sekali orang berpikir secara kritis bahwa Rohul qudus di pertuhankan karena penyesuaian  dengan trinitas Yunani, yakni Zeos, Appolone dan Appordite”.

Trinitas Dalam Al-quran

            islam adalah agama tauhid yang tidak membenarkan syirik. Sedangkan trinitas adalah syirik yang sangat terkutuk. Oleh karena itu, islam sangat menolak trinitas yang meyakini tuhan selain Allah SWT. firman-Nya: “sesungguhnya kafirlah yang mengatakan: “bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”. Padahal sekali-sekali tidak ada tuhan selain tuhan yang maha esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan di timpakan  siksaan yang pedih”.(Q.S. Al-Ma`idah 5:73).

            Ialam juga menolak pandangan kristen yacobiah yang meyakini bahwa Isa Al-Masih adalah inkaranasi atau penjelmaan-Nya . Allah SWT berfirman: “sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “sesungguhnya Allah ialah Isa Al-Masih putera Maryam”,padahal Al-Masih(sendiri) berkata : “hai bani israil, sembahlah Allah tuhan ku dan tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan )Allah, maka pasti Allah mengharamkan baginya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang  penolong pun”.(Q.S.Al-ma-idah 5:72).

Kekufuran Ahli Kitab

            Ahlul Kitab adalah julukan yang di tujukan  kepada kaum yahudi dan kristen. Ada pendapat mengatakan bahwa Ahlul kitab bukanlah termasuk kaum kafir.pendapat itu berasal dari Ulama terkenal, semisal Said Aqiel Siradj. Dia mengatakan : “bahwa agama yang membawa misi tauhid adalah islam, yahudi, dan kristen.

            Sebenarnya yahudi dan kristen adalah agama islam  yang telah di otak-atik  menjadi yahudi atau menjadi kristen. Agama yahudi berasal dari agama islam, karena menyelewengkan ajaran musa, maka tidak lagi di sebut sebagai muslim. Demikian pula kristen, karena menyelewengkan ajaran Isa Al-Masih, maka  mereka di sebut kaum nasrani atau kristen. Pada prinsipnya, kaum yahudi mempertuhankan Uzaier dan kaum nasrani mempertuhankan Isa dan meyakini keduanya sebagai anak-anak Allah. Al quran menerangkan : “orang-orang yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang nasrani berkata: “Al-Masih itu putera Allah”.demikianlah itu ucapan mereka dari mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Di laknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?”(Q.S.At-Taubah 9:30).

            Oleh karena itu, tidaklah benar ucapan tokoh semisal Said Aqiel Siradj yang mengatakan yahudi dan Kristen sama-sama bermisikan tauhid. Al quran telah menyatakan bahwa orang yang meyakini bahwa Allah memiliki anak kandung atau anak pungut, adalah kafir. Hal itu di tegaskan Allah dalam Al-Ma-idaah(5) ayat 72-73 yang sudah kitas kutipkan di atas.

Tentang Natal bersama

            Partisipasi dalam ritual Kristen atau agama lain adalah haram. Natal bukan hanya sekedar seremoni yang tidak bernuansa ritual. Natal lebih banyak bernuansa ritual atau ubudiyah dari pada sekedar seremoni. Oleh karena itu, bagi umat islam, ikut serta dalam kegiatan natal atau memberi  bantuan orang-orang kristen untuk kegiatan tersebuta adalah di haramkan. Menurut Ibnu Qayyim, menghadiri upacara natal adalah dosa yang lebih jahat dari pada zina, minum arak(khamar) dan membunuh manusia secara zalim. Sedangkan buya Hamka berfatwaa bahwa menghadiri atau berpartisipasi dalam kegiatan natal di haramkan, karena natal adalah ubudiyah yang tidak bisa di pisahkan dari praktek-praktek syirik.

            Tentu saja, kegiatan yang sarat dengan syirik adalah perbuatan yang paling di murkai Allah SWT. Firman-Nya: “sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun”.(Q.S.An-nisa` 4:36). “sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan Allah , dan dia mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang di kehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan(sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”.(Q.S.An-nisa` 4:116).

Sumber: Uswatun Hasanah 2017

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker