Beritadefault

Syakir Jamaluddin : Dalam Dakwah Muhammadiyah, Penting untuk Menjaga Niat

TABLIGH.ID,BANTUL — Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Syakir Jamaluddin menjelaskan Hadits tentang niat, yakni hadits nomor satu dalam kitab ‘Arba’in an-Nawawiyah. Hadits tersebut jika diterjemahkan berbunyi: “Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Hadits ini disampaikan Rasulullah terkait peristiwa hijrahnya seorang pemuda ke Madinah dengan niat atau alasan mengikuti kekasihnya yang bernama Ummu Qais.” Ujar Syakir. “Tapi, hadits ini bukan hanya berlaku untuk kasus Ummu Qais, tapi kepada semua sahabat yang ikut hijrah bersama Beliau untuk meluruskan niat mereka, jangan sampi perbuatan baik sia-sia, tak berbekas pahala karena niat atau motivasinya bukan karena Allah.” Tambahnya dalam Kajian Kamis Pagi (710).

“Penekanan hadits ini adalah pentingnya niat, walaupun tidak niat saja tidak cukup, tapi niat adalah mahkota dari perbuatan kita.” Syakir juga mengatakan bahwa niat secara bahasa berarti al-qashdu (maksud/sengaja) dan al-‘azmu (keinginan hati yang kuat). “Perbuatan yang dilakukan tanpa sengaja, tidak disadari, dan tidak diinginkan, maka perbuatan itu tak punya nilai dan diberi pahala.” Tambah Syakir daam penjelasannya.

“Hadits ini juga mengingatkan kita, dalam konteks dakwah, diupayakan bebas dari kepentingan selain karena Allah, termasuk kepentingan untuk mendapatkan pasangan hidup, mendapatkan harta kekayaan, tahta, atau bahkah pujian.” ujarnya.

“Dalam konteks Muhammadiyah yang semakin besar, penting bagi kita untuk mengasah jiwa kita agar tetap ikhlas karena Allah.” Menurut Dekan FAI Universitas Muhammadiyah besarnya Muhammadiyah menjadi ujian tersendiri bagi para da’inya untuk tetap istiqamah dan ikhlas hanya karena Allah.

“Dalam menjaga keikhlasan kita perlu meningkatkan sholat malam sebagai bekal agar tahan banting dalam berbagai godaan yang mengurangi keikhlasan”. Syakir mengatakan bahwa sholat malam adalah bukti keseriusan dan keikhlasan kita pada Allah karena dalam sholat malam tidak ada yang mengetahuinya, selain Allah saja. [Fhm]

Tonton selengkapnya :

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker