Beritadefault

Agar tidak Merugi, Maksimalkan Waktu Untuk Kebaikan

TABLIGH.ID,YOGYAKARTA–Seandainya Allah tidak menurunkan kepada makhluk-Nya hujjah kecuali surat ini, niscaya Surat Al-Ashr ini telah mencukupi untuk memberi petunjuk.”

Demikian ucapan Imam Syafi’i, yang dikutip oleh Muhammad Abduh di dalam kitab Risalah Tauhid, karangannya. Sementara, Muhammad Abduh adalah salah satu pemikir Islam yang kajian-kajiannya banyak memengaruhi K.H. Ahmad Dahlan.

“Kiai Dahlan itu memandang waktu itu sangat penting, kalau waktu itu digunakan dengan baik maka kita akan termasuk orang-orang yang beruntung dalam memanfaatkan waktu tersebut,” tutur Ketua LSBO Syukriyanto AR dalam Pengajian Malam Selasa (24/10).

Waktu fajar diibaratkan sebagai masa muda. Masa ketika manusia berada dalam puncak fisik yang kuat. Syukri menyayangkan bila masa muda dihabiskan untuk hidup yang sia-sia tanpa amal saleh. Padahal, di usia yang prima seharusnya dimanfaatkan untuk beramal saleh, giat menuntut ilmu, agar kelak saat dewasa bisa produktif berkarya.

“Jadi menurut Kiai Dahlan manajemen Waktu itu penting, karena Manusia semua merugi kecuali orang yang beriman serta memanfaatkan waktu dengan baik dan senantiasa beramal Shaleh dalam kebaikan,” jelas Syukriyanto.

Selanjutnya, kata Syukri, Allah bersumpah demi waktu dluha dalam QS. Ad Duha, yang isinya perintah dari Allah agar manusia berkarya dan berbagi dengan sesama menjadi manusia yang produktif. Kemudian Allah bersumpah dalam QS. Al Ashr, demi waktu asar. Dalam surah itu Allah menegaskan seluruh manusia merugi bila mereka menyia-nyiakan masa muda. Selain itu, Allah bersumpah pada Surah Al Lail, demi waktu malam.

“Jadi kalau mereka yang rajin menggunakan Waktu untuk belajar dia akan pandai, tapi kalau dia yang rajin untuk menggunakan waktu untuk berdagang dia akan kaya,” tegas Syukri. [Roni]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker