AkhlaqAl-IslamKemuhammadiyahanMuamalah

Kisah Inspiratif Warga Muhammadiyah di Kaki Gunung Slamet

TABLIGH.ID, KUDUS—Ketika mengisi pengajian dan konsolidasi untuk pembangunan madrasah ibtidaiyah di Dukuhbenda, kabupaten Tegal, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah kagum dengan Warga Muhammadiyah di sana.

Rata-rata Warga Muhammadiyah Ranting Dukuh, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal bermata pencaharian sebagai pencari rumput. Demi mengikuti pengajian yang diadakan jam 8-9 di Hari Bermuhammadiyah, mereka rela mencari rumput jam 3 dini hari.

Menurut Fathurrahman, meski profesi mereka sebagai tukang cari rumput namun mereka mulia di Mata Allah SWT. Meski ingin mengejar akhirat dengan menghadiri forum pengajian, namun mereka tidak melupakan kewajiban untuk merawat ternak yang dimiliki.

“Ruh seperti ini di Muhammadiyah masih sangat luar biasa terjaga, mereka rela mencari rumput jam 3 pagi dini hari”. Ucap Fathurrahman pada, Ahad (31/7) di acara Pengajian Ahad PON PDM Kudus.

Dari kejadian itu, dirinya kemudian mengajar hadirin untuk meresapi Surat Al Muzzammil yang menerangkan beberapa sebab Allah SWT meridhai mukmin yang meninggalkan Salat Lail. Pertama Allah meridhai orang meninggalkan Salat Lail disebabkan dia sakit, mereka yang bekerja, dan jihad fisabilillah.

“Tapi persoalannya sekarang, sakit tidak, lelah mencari-cari rumput di tengah malam juga tidak, berjihad pun tidak. Lalu apa alasan Allah memaklumi kita tidak salat malam ?,” tanya Fathur.

Menurutnya, Warga Ranting Muhammadiyah Dukuh Benda, Kabupaten Tegal merupakan contoh konkrit dalam meniti kehidupan menuju surga. Fathurrahman Kamal mengingatkan kisah seorang tuna susila yang memberi minum seekor anjing kehausan yang diganjar surga.

Selain itu, semangat menghidupkan Muhammadiyah yang dilakukan oleh Warga Ranting Muhammadiyah Dukuh Benda melalui menghidupkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) merupakan teladan otentik.

“Mari kita hidupkan AUM kita, karena iman ini harus dibuktikan. Hari itu di Pengajian itu, dengan segala keterbatasan terkumpul lebih dari Rp. 60 juta di pengajian itu untuk membangun SD Tahfidzul Qur’an”. Tuturnya.

Dalam urusan kebaikan, Ustadz Fathurrahman Kamal meyakini bahwa akan banyak orang yang terlibat. Tergantung seberapa serius kebaikan-kebaikan tersebut dibuktikan dalam bentuk AUM sebagai tanda dari keimanan yang penuh di hati Warga Muhammadiyah.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker